Bisnis Terbaru Investasi Murah

Banyaknya bisnis-bisnis di internet membuat anda bingung? Bukan hanya anda saja, saya juga sama, merasakan hal yang demikian. Dulunya saya mengikuti berbagai macam bisnis tersebut, tapi hasilnya apa? Nol besar.

Setelah saya pikir-pikir lagi (Rimangi, batak red) ternyata saya tidak pernah terpokus pada sesuatu bisnis, semuanya saya kerjakan setengah-setengah saja.

Suatu kesalahan, tak akan terulang lagi. Seminggu yang lalu Saya mendaftarkan di dua bisnis investasi yang sistim kerjanya sama, hanya modalnya saja yang berbeda. Seperti ini

Motor Impian Gratis

Investasi 10 Ribu

Bisnis Pulsa (New)

Bisnis Investasi (new)

Bisnis Iklan

Wirausaha Gratis

Dalam hal ini saya mengajak sahabat-sahabat untuk selalu bekerja terpokus dan jangan setengah-setengah untuk menjalankan suatu pekerjaan. Karena hasilnya akan selalu nol, kalau hasilnya setengah-setengah masih mending. Ini nol besar.

Related Posts:

Cerita Remaja: Puisi untuk Benari

Cerpen Ferdinaen Saragih

Separuh hatiku masih saja larut dalam kematian Benari. tak dapat kuhilangkan rasa bersalah atas kepergiannya yang begitu cepat. Sepertinya embun hanya bersisah tetesan yang basah. Rasa sedih, itulah selalu kubawa dalam setiap detik-detik perjalanan hidup ini.

Pengumuman kelulusan sekolah sudah berada di tangan kedua orangtuaku, sepertinya mereka tak sabar membuka amplop yang berisikan dua pilihan itu, lulus atau tidak lulus. Aku sendiri, sedikitpun tidak peduli tentang hal itu.

“kamu lulus Nak!” Ibu tersenyum dihadapanku, dia sangat senang mengetahui kelulusanku, karena pada awalnya mereka tak pernah percaya, aku dapat lulus, dengan tepat waktu. Mungkin itu karena sikap brutalku di sekolah. Dulu mereka sering di panggil guru BP, dan memohon supaya aku tidak dikeluarkan dari sekolah.

Kelulusan itu tak berarti apa-apa, tanpa sosok Benari yang selalu menemaniku. Ayah dan ibu sekarang sudah berencana mengirimku ke pulau jawa, melanjutkan sekolahku ke tahap yang lebih tinggi, meraih gelar sarjana. Aku sendiri belum mengetahui hendak kuliah dimana. mengenai itu, sedikitpun tidak terpikirkan olehku.

Malam dan siang begitu pengap bersama kekeruhan dihati. aku hanya bisa mengingat dan membayangkan sosok Benari. memutar waktu, hingga teringat suatu janji. jika kami lulus nanti, kami akan kuliah pada Universitas yang sama. Ingatan tentang memori itu membuat hatiku semakin pilu. Seandainya Tuhan memberiku suatu kesempatan untuk bersama Benari, aku berjanji akan menjaganya dan tak membiarkan kejadian mengerikan itu terjadi.

Siang itu aku beranjak pergi ke makam Benari, berharap rindu itu dapat sedikit terobati. Aku menangis dihadapan makam Benari, memohon kepada Tuhan agar benari diterima disisinya. Aku berjanji dihadapan makam Benari, aku akan menjadi orang yang berhasil seperti yang pernah kami bayangkan sebelumnya.

Sepulang dari makam benari, ibu telah menungguku di ambang pintu. Ibu sepertinya ingin menyampaikan sesuatu untukku.

“Nak, lusa kamu harus pergi ke Bandung, karena minggu depan SPMB akan dilaksanakan, Bapak dan ibu sudah sepakat, disana kamu ambil jurusan Akuntansi, kamu harus menjadi seorang Akuntan, yang akan menggantikan Bapak sebagai pemimpin perusahaan kita.“ ucap ibu.

Aku hanya mengangguk setuju, walau aku belum pernah memikirkan ingin jadi apa nantinya. Malam itu aku benar-benar tidak mampu untuk memejamkan mataku, otakku semakin berpikir apakah aku memang cocok jadi Akuntan, apakah aku memiliki bakat untuk itu? Semua pertanyaan itu menemani malamku, suasana hati yang keruh, membutku semakin hampa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Sejenak kupandang lagi foto Benari yang selalu kutaruh dalam dompetku, aku teringat suatu permintaan Benari yang tak pernah bisa kuberikan, yaitu untayan-untayan puisi. Jujur aku tak bisa menuliskan sebuah puisi, walau hanya sebait.

Aku teringat kembali wajah guru Bahasa Indonesiaku, dia selalu menuliskan keadaan hatinya dalam untayan puisi. Malam ini aku sudah menemukan jawabannya, besok pagi aku akan memohon kepada Orangtuaku, Mengenai jurusan yang akan kupilih.

Pagi itu aku langsung menemui ibu, kebetulan ibu sedang memasak, setelah aku menceritakan keinginanku, ibu marah. aku mencoba menjelaskan kepada Ibu sekali lagi, tapi tetap saja ibu tidak setuju.

“ aku tidak berminat menjadi Akuntan, aku ingin jadi Penulis.” pintaku

“Ya udah, nanti kita bicarakan bersama ayahmu, Ibu mohon kamu pikirkan tentang pilihanmu itu, jangan sampai kamu menyesal.” Ucap ibu. Aku begitu senang jika keputusan di tangan ayah, karena dia selalu menuruti apa keinginanku. Ternyata ayah sudah berada di belakangku.

“Nak, Walaupun ayah dan ibu sangat berharap, kamu memilih jurusan Akuntansi, ayah tidak akan memaksakan hal itu, Bapak memberimu kebebasan, mengenai jurusan yang akan kamu pilih, karena itu menyangkut masa depanmu.”

Mungkin Ibu tidak setuju terhadap jawaban Ayah, tapi dia tidak berani untuk menolak, karena dia harus melawan dua orang sekaligus, yaitu aku dan Ayah. Aku berjanji kepada Ibu, suatu saat nanti aku akan membuat dia bangga terhadapku.

Esok harinya aku berangkat ke Bandung, untuk mengikuti SPMB. Aku sangat berharap, bisa lulus di Universitas yang kupilih.

* **

Pagi yang melelahkan, aku masih saja tertidur, dibangunkan oleh suara handphonku.

“Nak ibu tadi sudah baca Koran, kamu lulus SPMB.” aku kaget, kenapa jadi ibu yang duluan tahu, kulihat jam, ternyata sudah jam sepuluh pagi, aku sadar kalau kedua orangtuaku selalu baca Koran setiap pagi.

Tanpa banyak berpikir aku langsung bersujut kepada Tuhan, mengungkapkan rasa terimakasihku kepadaNya. Tak lama lagi aku pasti bisa menulis puisi untuk Benari. Itulah harapan yang pertama ada di benakku.

Memasuki minggu pertama ke Kampus memang sangat melelahkan, dimana semua Mahasiswa baru, harus mengikuti perploncoan yang dilakukan oleh kakak senior. Perasaanku sangat berbeda ketika masa plonco, aku merasa senang. mengikuti berbagai permainan dan berkenalan dengan teman-teman baru. Rasa rinduku kepada Benari terasa berkurang, namun seminggu begitu cepat berlalu. Aku kembali lagi dalam kesedihanku, mengingat Benari dan dihantui rasa bersalah.

Hari ini aku pertama memasuki hari kuliah, dimana semua Dosen memperkenalkan dirinya kepada mahasiswa baru. banyak nasehat-nasehat yang diberikan oleh setiap Dosen, menyadarkanku supaya bangkit dari keterpurukan ini. Tapi bersifatnya hanya sementara.

Di kosan, aku sering merenung, mengurung diri dan hanyut dalam kesedihan. Sekarang aku sadar, begitu besar cintaku untuk Benari, padahal dulu aku tak pernah memikirkan hal itu. aku berhubungan dengan Benari, supaya aku kelihatan hebat dihadapan teman-teman. tapi cinta Benari begitu berbeda, dia bisa menerimaku apa adanya, walaupun dia tau, aku hanya biang masalah di sekolah.

Hari ini, seorang teman yang kukenal waktu perploncoan kemarin berkunjung ke kosanku. Dia begitu asik di ajak bicara, hal itulah yang membuatku menceritakan semua kesedihanku padanya.

“Kamu kenapa? sepertinya kamu sedih, kamu ada masalah?” Aku diam sejenak.

“kamu cerita saja, mungkin aku bisa Bantu!”

“Sebenarnya aku kangen!”

“Sama siapa, orang tuamu? Barusan juga kamu di bandung, udah kangen gitu.”

“Bukan, aku kangen sama pacarku.”

“Ya telepon atu!”

“Dia sudah meninggal setengah tahun yang lalu. dia meninggal karena kecelakaan, itu salahku, aku yang membuat semuanya itu terjadi.”

“Kok bisa ?”

“Waktu itu, di kotaku ada sebuah konser. aku ajak dia, namanya Benari. Dengan keadaan mabuk aku naik motor bersamanya, tiba-tiba sebuah mobil truk muncul di hadapanku, dengan keras kubanting stang ke kiri, tubuh benari terhimpit diantara truk dan motor, kepalanya terbanting ke truk itu. Setelah itu aku tidak tau apa-apa lagi, karena pada saat itu aku tak sadarkan diri, kepalaku terbanting, dan beberapa hari koma di rumah sakit. Setelah aku sadar. aku tanya kepada kedua orang tuaku tentang Benari. Ayah bilang Benari sudah meninggal, dan telah disemayamkan dua hari yang lalu. setelah kejadian itu, aku menjadi orang pemurung dan selalu merasa bersalah kepada Benari, begitu juga kepada kedua orang tuanya.”

“Sory bro, aku nggak tahu tentang masa lalumu, tapi kamu jangan terlalu sedih. itu sudah takdir untukmu dan Benari. kamu pandang ke depan, masa depan kamu masih panjang, Benari akan lebih sedih melihatmu terus begini.”

“Thanks bro”

“Ya udah aku pulang dulu!”

“Ok bro.”

Kata-kata Almauki tadi membuatku semakin semangat jalani hidup ini, aku tak ingin Benari juga ikut sedih. Aku harus bangkit dari masa lalu, lagi pula kedepan yang kuhadapi bukan masa lalu tapi masa depan.

Sepulang kuliah, Almauki langsung menarik tanganku, dia membawaku ke taman kampus, disana dia mengenalkanku pada seorang wanita.

Hai, kenalkan namaku sem! kuperkenalkan diriku kepada wanita itu dengan menjabat tangannya, Tapi aku heran dia hanya senyum, kuulang lagi menyebutkan namaku, tapi sama saja, dia hanya membalasnya dengan senyuman.

Tumbur langsung menarik tanganku, menarikku agak ke belakang, dia berbisik kepadaku.

“Sem, Dia itu tuli dan bisu. Mukaku langsung merah oleh rasa malu.”

“Kenapa nggak bilang?“

kami menemui Meri lagi, kami berkomunikasi menggunakan tulisan, kadang juga mengunakan gerakan, semua kata-kata yang ingin kami ucapkan kami tulis pada sebuah kertas.

Dari sifat dan senyumannya, semuanya sama persis dengan Benari, beberapa lama kami berkomunikasi dengan tulisan, aku merasa seperti bersama Benari. Hari yang semakin gelap, akhirnya kami menyudahi pertemuan itu.

Di perjalanan, Tumbur senyum jika melihatku, aku juga tak tau apa maksudnya.

“Bro, kenapa sih kamu kenalkan aku dengan dia?”

“Aku hanya memberimu pandangan, supaya kamu bisa bangkit dari masa lalu, kamu sudah lihatkan Meri, dia itu bisu, tuli lagi. tapi dia masih punya semangat, dia pantang menyerah. Beda sama kamu.”

“Terimakasih untuk semuanya bro, aku berjanji, aku akan berubah dan jalani hidup ini kedepan.

“ya, namanya juga teman.”

Setiba dikosan aku masih teringat kepada cewek tadi. Senyumnya, lesung pipinya sama persis dengan Benari, sayang saja dia bisu. aku masih heran dengan perjuangannya, dia sepertinya selalu senang jalani hidup ini. senyum dan kelembutannya, membuat dia selalu indah dipandang.

Malam ini amat berat kulewati, tapi bukan karena Benari, kini pikiranku pada sosok gadis yang dikenalkan oleh Tumbur tadi. Mungkinkah dia adalah sosok yang dikirimkan Tuhan untuk mengganti posisi Benari dalam hidupku? Pertanyaan itu begitu mudah mengambang dalam benakku, padahal aku baru saja mengenalnya, mungkinkah karena senyuman? atau mungkin wajah yang hampir sama dengan Benari? aku semakin gelisah memikirkan itu.

Sepulang kuliah kusempatkan waktuku melihat mading kampus, aku suka membaca karya-karya mahasiswa, khususnya Sajak, aku selalu berupaya mempelajarinya, dan berharap suatu hari nanti aku bisa membuat sebuah Sajak. Sejenak mataku tertuju pada sebuah Sajak yang begitu dahsyat, Sajak itu menggambarkan kisah kehidupanku yang sangat menyedihkan, aku kaget ketika aku melihat penulisnya, ternyata adalah Meri. aku semakin penasaran tentang sosok gadis itu.

kini aku selalu menyempatkan waktuku untuk memandangi gadis itu dari kejauhan, hingga suatu saat aku sadar aku benar-benar jatuh cinta padanya, tapi itu selalu kutepis dengan pikiranku, karena dia itu bukan Benari, tapi apakah aku dapat melakukan itu selamanya, melawan kehendak hati yang benar-benar jatuh cinta padanya. Aku selalu rindu jika tidak melihatnya dalam satu hari. Hingga suatu saat aku mengajaknya ketemu di taman kampus.

Tanpa basa-basi akhirnya kuucapkan juga kata-kata cinta itu untuknya, dengan gambaran sebuah lukisan hati yang berbunga-bunga dalam sebuah kertas.

Dengan senang hati dia menuliskan jawaban dibalik lukisan itu, dia menerima pernyataan cintaku, dengan menggambarkan seorang pangeran dengan seorang putri menaiki kereta kuda, berjalan mengitari taman kota. aku sangat senang melihat tingkahnya yang lugu, kini pikiranku tak dapat menolak lagi, aku yakin, dia adalah gadis yang dikirimkan Tuhan untukku menggantikan Benari, Walau kondisi fisiknya tidak sama seperti Benari, mungkin itu suatu cobaan yang harus kuterima, aku harus mencontoh Benari, yang menerimaku apa adanya, karena aku sudah memahami apa arti cinta yang sebenarnya. tidak hanya melihat fisik seseorang yang kita cintai, tetapi hati yang tulus, yang mencintai kita selamanya.

Dalam kertas tersebut aku menanyakan perihal tentang Sajak tersebut, karena aku sangat penasaran, mengapa Sajak tersebut sama persis menceritakan kesedihan yang kualami selama ini. dia memandangku dengan senyuman, dan akhirnya dia menyatakan bahwa Sajak tersebut dituliskan untukku, dia mengetahui semua kisahku dari Tumbur. Kini rasa penasaranku sudah terjawab olehnya.

Tanpa terasa hari sudah gelap, dengan berat aku pamit pulang. Sebelum pergi, aku meminta kepadanya, untuk mengajariku menulis Puisi. Ketika aku mulai berdiri, dia menarik tanganku, dan meraih sebuah kertas, didalam kertas itu dia menuliskan suatu hal,

“kamu tak perlu belajar, tuliskanlah apa yang ada dalam hatimu, dengan kemampuanmu, karena Puisi adalah ungkapan-ungkapan hati yang sangat jujur.”

Setiba dikosan aku langsung mengambil sebuah kertas dan pulpen, kutuliskan semua yang ada dalam hatiku, seperti apa yang dikatakan Meri padaku. Kini aku benar-benar sudah menggoreskan sebuah Puisi.

Liburan kali ini, aku pulang ke kota kelahiranku, begitu juga dengan Meri. aku langsung menuju makam Benari, kubacakan Puisi yang telah kutulis untuknya. Tak lupa aku mengatakan pada Benari, bahwa aku sudah menemukan pendamping yang baik, sama sepertinya. aku berharap dia bahagia, di Dunianya yang baru.

2008-2009

Related Posts:

Penting!!! Melewati Batas Pemula di Dunia Internet

Pengetahuan ini saya dapatkan selama dua tahun, tapi dengan 5-10 menit anda sudah dapat mengetahuinya. Sungguh, saya bener-benar ingin menunjukkan semuanya pada anda, Tanpa ada lagi yang saya rahasiakan. Anda hanya dibutuhkan action sedikit. Saya yakin pengunjung blog anda minimal 500 kunjungan sehari. Blog ini buktinya, blog ini baru satu minggu saya kerjakan tapi pengunjungnya telah mencapai 3rbu, atau anda cari saja Penulis mania di OM’Geogle, Pasti anda temukan di urutan pertama. Baiklah sepertinya sudah cukup pembukaannya, saya tidak sabar lagi ingin menunjukkan pada anda.

Banyak orang yang kalah sebelum berperang. Gagal karena selalu menjadi yang terakhir. Saya ingatkan, actionlah sekarang juga, sebelum anda benar-benar jauh ketinggalan.

Pertama yang anda lakukan yaitu buat suatu blog. ini adalah penawaran paling spesial. Tanya kenapa??? karena membuat blog itu very enteng. Heh., i don’t know speak english sir. Kalau belum, daftarkan di sini blogspot, wordpres, multiply (klik kanan aja, Open new tabulation supaya bisa membaca artikel ini sampai selesai, masih panjang lo.) Dan yang lainnya cari aja di Om Geogle. Masa harus saya beritahu. Jangan ditanya yang mana paling bagus. Saya juga tidak tau. Jika anda tanya pada saya, pasti saya menjawab blogspot, karena saya telah lama bergelut di blogspot, apalagi saya telah menghasilkan money berkat blogspot. Waduh jadi gak adil ni.

Jika anda sudah punya blog berarti anda sudah memulai tahap awal, tahap untuk memulai sesuatunya di internet. Karena saya yakin kalau e-mail sudah pada punya. Ya ialah, masa ya ia donk. Facebook gua aja udah ada.

Nah, selanjutnya promosikan blog anda. Beribu cara yang bisa anda lakukan, Tapi jangan khawatir saya akan beritahu beberapa dari ribuan itu. Awal-awal coba anda promosikan lewat of-line, seperti membuat pengumuman di mading kelas, memberitahukan kepada teman-teman dekat anda atau meniru kampanye presiden. Heh kayak mau jadi presiden aja. Satu lagi ketinggalan, jika punya uang bisa di promosikan lewat media massa, lumayan tu, biar seluruh rakyat Indonesia tau keberadaan blog anda.

Yang kedua promosikan blog anda lewat on-line. Sekarang telah banyak beredar iklan gratis, tinggal pasang, udah. Jangan marah dulu, saya akan tempelkan di sini beberapa situs yang menarik untuk anda. spyonad, sebariklangratis, iklanse(sama, klik kanan aja, trus open new tabulation, jangan lupa ya untuk selanjutnya, capek tau) eh, tapi harus daftar dulu, gitu aja ko repot, tapi gratis kok.

situs ini begitu indah untuk di ikuti, eh kayak nulis puisi aja, maksud saya sangat menarik. Karena iklan anda akan disebarkan ke berbagai situs lainnya hanya dengan sekali tekan, waduh, maksud saya sekali klik. Seperti virus kali ye? Mungkin aja sih.

Nah sekarang saya tunjukkan yang lainnya. Anda bisa mendaftar di sini quadhits dan fasthits, globalautohits, freehits4you. sistimnya, kita mengunjungi situs orang lain, demikian juga mereka mengunjungi situs kita. disini kita menjalankan “azas Saling” ini seluruh dunia lo!

Pergunakan acoun rame-rame anda untuk promosi. Saya yakin anda semua telah Punya Face book bukan? jika belum daftar di sini facebook selain itu anda bisa mendaftar di sini twitter juga yang ini perfspot di sini anda juga bisa promosikan blog anda sepuasnya. Wah seru bangat si jadi kamu! tapi ga papalah, Ferdinankan baik. heheh.

Eh lupa, untuk promosi anda bisa juga lewat sms. Wah pulsa gua bakalan habis ni kalau begini! Jangan khawatir, kan ada sms gratis, klik di sini freesms4us. Mohon maaf jika anda salah satu orang yang pernah saya SMS. Hehe...

Untuk mencek urutan artikel anda di geogle seluruh Dunia lo, kunjungi situs ini google-top-1000 (tentuin aja negaranya). lalu untuk melihat artikel yang diminati kunjungi insightssearch, nah untuk menyingkat nama blog anda di sini kliksaja, yang ini sangat penting, untuk menghindari kecurangan yang dilakukan orang lain, situs ini akan menyamarkan blog anda. waw, lengkap amat sih ni artikel. Pastinya!

Jangan pindah tayang dulu, masih banyak yang saya ingin tunjukkan pada sobat semua. Nah untuk mengaktifkan blog anda sebagai mesin pencari uang klik yang ini blogersejati. caranya gampang, setelah daftar langsung lihat klik iklan, tunggu sampai saldo anda bertambah, Kira-kira 30dtk. Trus klik lagi dah, begitu untuk seterusnya, hingga semua iklan sudah terklik (ingat klik iklannya satu-satu). Yang kedua indorp cara kerjanya sama, tapi jangan lupa promosikan link refferal anda di blog anda. bila perlu pasang bennernya supaya semua orang yang mengunjungi blog anda tau. Nah selanjutnya yang ini galesus, kalau yang ketiga ini, kalau tidak salah, disini juaga anda bisa pasang iklan sepuasnya. (jangan lupa di kolom refferalnya ditulis ferdinand ya)

Jangan kemana-mana dulu, ketahuilah, Semakin kebawah-semakin nikmat. Kamu bisa daftar di sini Kumpulblogger, setelah mendaftar, cari scraib iklan. Trus pasang di blog anda. Jika orang yang mengunjungi blog anda ngeklik iklan tersebut, maka saldo anda akan terus bertambah. Jika sudah sampai 50rbu, maka akan di transfer ke rekening anda. Cuma ngeblok doang dapat uang. Wah seru amat. Eh, daftar dulu atu. yang lain lihat saja di samping, saya sudah pasang link atau bannernya. Saya sudah beberapakali di transfer lo. Sirik ya? Makanya buruan.

Ini lebih seru lagi. Anda tentu Perduli Tentang Masa Depan Keuangan Anda bukan?? Ini saya tunjukkan bisnis-bisnis yang murah meriah,. jika suatu saat anda kurang beruntung, anda tidak rugi, tapi jika anda berhasil untungnya tetap aja gede. Contohnya ini duniainvestasi, dengan modal 10rbu anda sudah bisa memulai bisnis anda. jika suatu saat anda kurang beruntung anda tidak rugi, dengan modal 10rbu anda di berikan bonus berupa e-book dan sofware yang bermutu, juga pasang iklan anda sepuasnya. Selanjutnya anda bisa daftarkan di bisnis pulsa yang menjanjikan klik di sini pulsagram, daftar gratis. Anda bisa mengisi pulsa sendiri, teman atau orang lain, untuk depositnya terserah anda. Tunggu dulu, kemarin saya lihat pengumuman, kalau mau doposit menggunakan Via BCA atau MANDIRI, untuk selengkapnya lhat saja di web tersebut. selanjutnya anda bisa daftarkan disini modaljutawan, dengan 20rbu anda bisa memulai investesi anda, raihlah masa depan keuangan anda dengan action Now. Tidak ada ruginya. Disini kita bisa pasang iklan sepuasnya, download ebook dan sofware, dsb.

Maaf jika tulisan ini ada mengandung unsur sara, fornografi, hujatan, permusuhan atau hal negatif lainnya. (Gak usah di baca ulang, gak bakalan ada lagi. Hehe.) Mungkin sepanjang ini dulu perjalanan kita hari ini. capek euy. Tunggu aja yang ke 2nya. Ingat aja www.she4us.blogspot.com. (ga usah di klik, blognya yang ini kali, heheh). Penulisnya Ferdinan De J Saragih (ini gak usah di ingat, takut kebawa mimpi. Huh dasar.

Saya butuh komentar anda, caci maki, ejekan, Saya tak perduli. yang penting tidak mengandung unsur pornografi atau porno aksi. Bisa berabe entar!

Related Posts:

Kajian Drama: Analisis Struktur Naskah Drama Badai Sepanjang Malam Karya Max Arifin

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Sastra adalah suatu seni yang hidup bersama-sama dengan Bahasa. Tanpa bahasa sastra tidak mungkin ada. Melalui bahasa ia dapat mewujudkan dirinya berupa sastra lisan, maupun tertulis. Walaupun perwujudan sastra menggunakan bahasa, kita tidak dapat memisahkan sastra dari bahasa, ataupun membuangnya dari peradaban bahasa itu sendiri, karena itu merupakan suatu perbuatan yang sangat biadab, Karena sastra adalah sebuah “hidup” bagi seorang penulis.

Dilihat dari bentuknya, sastra terdiri atas 4 bentuk, yaitu (1) Prosa, bentuk sastra yang diuraikan menggunakan bahasa bebas dan panjang tidak terikat oleh aturan-aturan seperti dalam puisi. (2) Puisi, bentuk sastra yang diuraikan dengan menggunakan habasa yang singkat dan padat serta indah. Untuk puisi lama, selalu terikat oleh kaidah atau aturan tertentu (3) Prosa liris, bentuk sastra yang disajikan seperti bentuk puisi namun menggunakan bahasa yang bebas terurai seperti pada prosa. (4)Drama, yaitu bentuk sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasa yang bebas dan panjang, serta disajikan menggunakan dialog atau monolog. Drama ada dua pengertian, yaitu drama dalam bentuk naskah dan drama yang dipentaskan.

Naskah lakon atau drama sebagai salah satu jenis pengucapan kesusastraan, selain memiliki elemen-elemen yang sama dengan roman pada umumnya yakni alur, tema dan penokohan. Naskah lakon dibedakan dengan bentuk-bentuk lainnya terutama dalam hal pemenuhan tuntutan kebutuhan penyajian kembali di atas pentas. Dalam hal ini, pelaku dituntut untuk memerankan perwatakan tokoh-tokohnya serta melaksanakan dialog-dialognya demi mendukung kelancaran cerita.

Dengan demikian, drama atau naskah lakon sebagai sastra adalah cerita yang unik. Ia hadir bukan untuk dibaca saja, melainkan dipertunjukkan sebagai tontonan. Drama belum mencapai ‘kesempurnaan-nya’ apabila belum sampai pada tahap pementasan teater sebagai bentuk perwujudannya. Untuk itu pemakaian gaya bahasa naskah lakon merupakan sesuatu hal yang ‘unik’ dan telah diperhitungkan baik oleh sang pengarang, sutradara, maupun para pemain yang terlibat proses pementasan. Selain sebagai sarana untuk membangun atmosfir dan suasana baik pembaca maupun penonton, bahasa juga digunakan sebagai media untuk menyampaikan ide atau gagasan dasar pengarang sehingga drama hadir tidak dalam kondisi yang ‘kosong’.

Drama Badai Sepanjang Malam Karya Max Arifin sangat menarik untuk diangkat sebagai kajian, karena berceritakan tentang keadaan sekitar kita. seseorang yang lahir dan dibesarkan dikota dengan keharusan dia harus menetap di desa terpencil menjadi seorang guru muda. Desa yang jauh, angker, tidak bersahabat: panas dan debu melecut tubuh. Ia kering kerontang, gersang.

Penulisan yang dilakukan oleh Karya Max Arifin menggunakan gaya bahasa yang ringan, bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang membawa penulis mengkaji Drama Badai sepanjang malam dengan pendekatan stuktural.

1.2 Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah dalam suatu kajian sangatlah penting hal ini dimaksudkan agar permasalahan yang akan di kaji lebih terarah dan tidak terjadi penyimpangan yang terlampau jauh dari permasalahan semula.

Berdasarkan latar belakang yang demikian luas dan umum, penulis akhirnya membatasi permasalahan hanya dalam bidang Struktural dalam drama Badai Sepanjang Malam karya Max Arifin.

1.3 Perumusan masalah

Berdasarkan urayan latar belakang di atas, penulis akan merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan pengkajian sebagai berikut:

a. Apa yang dimaksud dengan drama?

b. Bagaimana stuktur atau unsur-unsur intrinsik drama Badai Sepanjang Malam tersebut?

1.4 Tujuan dan Manfaat Kajian

Adapun tujuan penulisan makalah ini selain untuk memenuhi tugas mata kuliah kajian Prosa, adalah:

a) Mendeskripsikan Struktur drama Badai Sepanjang Malam.

b) Mendeskripsikan metode struktur drama.

c) Memaparkan satu contoh mengkaji Prosa secara struktural.

LANDASAN TEORETIS

2.1 Drama

2.1.1 Pengertian Drama

Drama adalah sebuah genre sastra penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya dialogue atau cakapan di antara tokoh-tokoh yang ada. Selain itu, lazimnya sebuah karya drama juga memperlihatkan adanya semacam petunjuk pemanggungan yang akan memberikan gambaran tentang suasana, lokasi, atau apa yang dilakukan oleh tokoh (Wahyudi, 2006: 95). Oleh karena itu, berbeda dengan prosa dan puisi, drama diciptakan tidak hanya untuk dibaca, melainkan juga untuk dipentaskan.

Aristoteles mendeskripsikan bahwa drama adalah tiruan atas lakuan (the imitation of an act). Hal ini dapat diartikan juga bahwa drama adalah sebuah tiruan dari kehidupan manusia yang kemudian dilakonkan dalam sebuah drama. Dinamika kehidupan manusia yang mencakup berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari ditirukan dalam drama. Dengan demikian, jika kita menonton drama, kita dapat merasakan perasaan takut, tegang, senang, dan kasihan berdasarkan cerita yang dipentaskan (Sarumpaet, 1999:2-3).

2.1.2 Jenis-jenis Drama

Pada umumnya drama di bagi menjadi enam bagian. Dibawah ini akan dibahas ke enam drama tersebut.

2.1.2.1 Tragedi

Yaitu drama yang mengisahkan kehidupan sehari-hari yang mengandung cerita tentang kemalangan dan kesedihan.

2.1.2.2 Komedi

Yaitu drama yang mengutarakan kehidupan sehari-hari dengan pelbagai peristiwa lucu yang menyebapkan penonton tertawa.

2.1.2.3 Tragedi-komedi

Yaitu drama yang mengisahkan kehidupan sehari-hari yang mengandung cerita kesedihan dan unsur-unsur lucu.

2.1.2.4 Opera

Yaitu drama yang mengemukakan cerita yang digabungkan dengan musik.

2.1.2.5 Pantonim

Yaitu lakonan yang dipersembahkan melalui gerak badan dan mimik muka untuk menyatakan aksi dan perasaan watak.

2.1.2.6 Bangsawan

Pada jenis drama ini, para pelakon membentuk dan mengubah sendiri dialog-dialog yang ingin disampaikan.

2.1.3 Struktur Drama

unsur-unsur pokok atau struktur drama (atau sering juga disebut sebagai unsur intrinsik) antara lain;

2.1.3.1 Tema

Setiap drama selalu mengandung unsur pokok pembicaraan yang dikemukakan oleh pengarang, walaupun letaknya tersembunyi, dan pembaca harus mencarinya sendiri. Esten (1978 : 22) mengemukakan bahwa tema adalah sesuatu yang menjadi pemikiran, sesuatu yang menjadi persoalan bagi pengarang. Selanjutnya Sukada (1987 : 70) mengatakan, bahwa tema adalah ide pokok, ide sentral yang dominan dalam karya sastra.

2.1.3.2 Dialog

Menurut kamus istilah sastra yang diterbitkan oleh balai pustaka, dialog adalah percakapan di dalam karya sastra antara dua tokoh atau lebih yang biasanya mencerminkan pertukaran pikiran atau pendapat.

2.1.3.3 Peristiwa

Menurut kamus istilah sastra yang diterbitkan oleh balai pustaka, Peristiwa atau kejadian merupakan unsur alur yang merupakan kejadian yang penting. Atau kisaran pendek yang berhubungan dengan suatu situasi. Jika peristiwa dirangkai secara berkaitan, ia menjadi episode dalam alur.

2.1.3.4 Latar atau seting

Yang dimaksud latar atau seting adalah tempat atau masa terjadinya cerita. Sebuah cerita harus jelas dimana berlangsungnya suatu kejadian dan kapan (Sumardjo : 1984), sedangkan menurut Zakaria (1981 : 23) mengatakan bahwa latar merupakan tempat terjadinya peristiwa atau tempat berlakunya peristiwa.

2.1.3.5 Penokohan atau Perwatakan

Penokohan dalam suatu cerita drama merupakan suatu hasil kreatif pengarang secara imajinatif dalam melukiskan watak dan pribadi para tokoh melalui sikap, cakapan serta perbuatannya. Penokohan yang baik yaitu penokohan yang berhasil mengembangkan tokoh-tokoh dan mengembangkan watak dari tokoh-tokoh tersebut yang mewakili tipe-tipe manusia yang dikehendaki tema dan amanat (esten : 27)

Untuk mengenal dan memahami para watak tokohyang ada di dalam sebuah cerita , kita dapat meneliti: (1) apa yang dilakukan, (2) apa yang dikatakannya, (3) apa sikapnya dalam menghadapi persoalan, (4) bagaimana penilaian tokoh lain atas dirinya (Sumardjo, 1984 : 67).

2.1.3.6 Alur atau Plot

Alur atau plot adalah jalan cerita yang merupakan rangkaian peristiwa yang saling berhubungan sehingga terjalin suatu cerita. Seperti dikemukakan oleh Rusyana (1978 : 67), yang dimaksud alur atau jalannya cerita adalah rangkaian cerita yang di bentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita.

2.1.3.7 Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang digunakan pengarang akan menentukan kenikmatan dalam membca karya sastra, karena gaya bahasa yang digunakan dalam cerita merupakan susunan rangkayian atau perkataan kalimat yang timbul atau terjadi dari perasaan yang tumbuh atau hidup dalam hati penulis.

Menurut selamet dan simanjuntak (sekada, 1987 : 84), mengatakan bahwa gaya bahasa merupakan susunan perkataan yang terjadi karena perasaan yang tumbuh atau yang hidup dalam hati penulis, dan yang sengaja ataupun tidak sengaja menimbulkan suatu perasaan tertentu dalam hati pembaca.

METODE KAJIAN

3.1 Metode Kajian

Adapun metode yang dilakukan penulis yaitu dengan menggunakan metode Deskriptif. Penulis akan mendeskripsikan data untuk menemukan unsur-unsurnya. Studi untuk menyusun makalah ini berupa pencarian referensi dari beberapa buku yang dapat dijadikan acuan untuk menggali informasi yang aktual dan tetap berpegang pada prinsip representatif. Selain berbagai buku apresiasi dan kajian Drama, penulis juga menggunakan media Maya untuk mencari data yang relevan dengan pembuatan makalah.

3.2 Sumber Data

Objek yang diteliti adalah Naskah Drama Badai Sepanjang Malam Karya Max Arifin. naskah ini pernah dimuat dalam buku Kumpulan Drama Remaja, editor A.Rumadi. Penerbit PT Gramedia Jakarta, 1988, halaman 25-33.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data, penulis menggunakan studi pustaka, yaitu teknik yang digunakan untuk memperoleh bahan penunjang yang berhubungan dengan permasalahan.

3.4 Teknik Pengolahan Data

Dalam pengolahan data, penulis menggunakan pendekatan Struktural untuk menganalisis data, sesuai dengan judul makalah ini.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Struktural

Drama (karya sastra) merupakan sebuah struktur. Struktur di sini dalam arti bahwa karya sastra itu merupakan susunan unsur-unsur yang bersistem, yang antara unsur-unsurnya terjadi hubungan yang timbal balik, saling menentukan. Jadi, kesatuan unsur-unsur dalam sastra bukan hanya berupa kumpulan atau tumpukan hal-hal atau benda-benda yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan hal-hal itu saling terikat, saling berkaitan, dan saling bergantung.

Dalam pengertian struktur ini terlihat adanya rangkaian kesatuan yang meliputi tiga ide dasar, yaitu ide kesatuan, ide transfomasi, dan ide pengaturan diri sendiri.

Pertama, struktur itu merupakan keseluruhan yang bulat, yaitu bagian-bagian yang membentuknya tidak dapat berdiri sendiri di luar struktur itu.

Kedua, struktur itu berisi gagasan transformasi dalam arti bahwa struktur itu tidak statis.

Ketiga, struktur itu mengatur diri sendiri, dalam arti struktur itu tidak memerlukan pertolongan dari luar dirinya untuk mensahkan prosedur transformasi. Jadi, setiap unsur itu mempunyai fungsi tertentu berdasarkan aturan dalam struktur itu. Setiap unsur mempunyai fungsi tertentu berdasarkan letaknya dalam struktur itu.

Strukturalisme itu pada dasarnya merupakan cara berfikir tentang dunia yang terutama berhubungan dengan tanggapan dan deskripsi struktur-srukturnya. Menurut pikiran strukturalisme, dunia (karya sastra merupakan dunia yang diciptakan pengarang) lebih merupakan susunan-susunan hubungan daripada susunan benda-benda. Oleh karena itu, kodrat tiap unsur dalam struktur itu tidak mempunyai makna dengan sendirinya, melainkan maknanya ditentukan oleh hubungannya dengan semua unsur lainnya yang terkandung dalam struktur itu. (Hawkes, 1978:17-18).

Menurut Nyoman Kutha Ratna, unsur-unsur pokok yang terkandung di dalam Drama antara lain:

4.1.1 Tema

Tema sebuah drama merupakan permasalahan yang mendasari sebuah cerita. Pokok permasalahan itu mungkin berupa kehidupan, pandangan hidup atau komentar tentang lingkungan. Tema berkedudukan sangatlah penting karena merupakan titik sentral yang melatar belakangi suatu cerita atau peristiwa.

Drama Badai sepanjang malam merupakan sebuah cerita tentang komentar terhadap lingkungan. Hal ini dapat kita lihat dari kutipan berikut:

Saenah: [Membaca] “Sudah setahun aku bertugas di Klaulan. Suatu tempat yang terpacak tegak seperti karang di tengah lautan, sejak desa ini tertera dalam peta bumi. Dari jauh dia angker, tidak bersahabat: panas dan debu melecut tubuh. Ia kering kerontang, gersang. Apakah aku akan menjadi bagian dari alam yang tidak bersahabat ini?

4.1.2 Dialog

Dialog yang dibangun dalam drama Badai Sepanjang Malam Karya Max Arifin ini merupakan dialog yang selalu bergantian, atau dialog yang teratur antara dua tokoh utama.

4.1.3 Peristiwa atau Kejadian

Seseorang yang lahir dan dibesarkan dikota dengan keharusan dia harus menetap di desa terpencil menjadi seorang guru muda. Desa yang jauh, angker, tidak bersahabat: panas dan debu melecut tubuh. Ia kering kerontang, gersang, namun dengan semangatnya juga dorongan istrinya mereka bisa tetap bertahan.

4.1.4 Latar atau seting

Latar dalam suatu cerita drama merupakan gambaran tentang tempat, suasana, dan waktu terjadinya suatu peristiwa secara umum. Adapun latar dalam drama Badai Sepanjang Malam dapat penulis uraikan di bawah ini.

4.1.4.1 Latar Tempat

Adapun latar tempat yang terdapat dalam Drama Badai Sepanjang Malam Karya Max Arifin yaitu Ruangan depan sebuah rumah desa pada malam hari. Di dinding ada lampu minyak menyala. Ada sebuah meja tulis tua. Diatasnya ada beberapa buku besar. Kursi tamu dari rotan sudah agak tua. Dekat dinding ada balai balai. Sebuah radio transistor juga nampak di atas meja.

4.1.4.2 Latar Suasana

Adapun latar suasana yang terdapat dalam Drama Badai Sepanjang Malam Karya Max Arifin yaitu Suasana pada setiap dialog yang ada pada drama tersebut menunjukkan suasana penyesalan yang mengekang.

4.1.4.3 Latar Waktu

Adapun latar waktu yang terdapat dalam Drama Badai Sepanjang Malam Karya Max Arifin yaitu larut malam. hal ini dapat kita lihat dari kutipan berikut:

Saenah: Kau belum tidur juga? kukira sudah larut malam. Beristirahatlah, besok kan hari kerja?

Jamil: Sebentar, Saenah.Seluruh tubuhku memang sudah lelah, tapi pikiranku masih saja mengambang ke sana kemari.Biasa, kan aku begini malam malam.

4.1.5 Penokohan atau Perwatakan

Drama Badai Sepanjang Malam karya Max Arifin mempunyai tiga tokoh. Tapi satu tokoh yaitu Kepala Desa, hanya ada pada flashback saja. dibawah ini akan di uraikan tokoh-tokoh tersebut sesuai dengan penokohan atau perwatakkannya.

(1) Jamil, seorang guru SD di Klaulan, Lombok Selatan, berumur 24 tahun. Dia seorang yang memiliki pendirian dan idialis sejati. Seperti pada kutipan berikut.

Saenah: [Keras]Tidak! Mesti ada sesuatu yang hilang antara kau dengan masyarakatmu. Selama ini kau membanggakan dirimu sebagai seorang idealis. Idealis sejati, malah. Apalah arti kata itu bila kau sendiri tidak bisa dan tidak mampu bergaul akrab dengan masyarakatmu. [Pause]

(2) Saenah, istri Jamil berusia 23 tahun, seorang istri yang kuat yang mau mengikuti suaminya kemanapun dan dalam keadaan apapun. seperti pada kutipan berikut.

Saenah: Aku akan tetap bersamamu.Yakinlah. [Jamil menuntun istrinya ke kamar tidur.Musik melengking keras lalu pelan pelan,sendu dan akhirnya berhenti].

(3) Kepala Desa,suara pada flashback,

4.1.6 Alur atau Plot

Alur merupakan susunan peristiwa yang terpilih dan diatur oleh pengarang secarara logis dalam hubungan sebap akibat, sehingga memebentuk suatu cerita yang utuh.

Alur yang terdapat dalam drama Badai Sepanjang malam karya Max Arifin yaitu alur sorot balik atau flashback. Hal ini dapat kita lihat dari kutipan berikut:

Saenah: Aku tidak berpikir sampai ke sana. Pikiranku sederhana saja. kau masih ingat tentunya, ketika kita pertama kali tiba di sini, ya setahun yang lalu. Tekadmu untuk berdiri di depan kelas, mengajar generasi muda itu agar menjadi pandai. Idealismemu menyala nyala. Waktu itu kita disambut oleh Kepala Desa dengan pidato selamat datangnya. [S aenah lari masuk. Jamil terkejut.tetapi sekejap mata Saenah muncul sambil membawa tape recorder!] Ini putarlah tape ini. Kaurekam peristiwa itu. [Saenah memutar tape itu, kemudian terdengarlah suara Kepala Desa]’…Kami ucapkan selamat datang kepada Saudara Jamil dan istri. Inilah tempat kami. Kami harap saudara betah menjadi guru di sini. Untuk tempat saudara berlindung dari panas dan angin, kami telah menyediakan pondok yang barangkali tidak terlalu baik bagi saudara. Dan apabila Anda memandang bangunan SD yang cuma tiga kelas itu. Dindingnya telah robek, daun pintunya telah copot, lemari lemari sudah reyot, lonceng sekolah bekas pacul tua yang telah tak terpakai lagi. Semunya, semuanya menjadi tantangan bagi kita bersama. Selain itu,kami perkenalkan dua orang guru lainnya yang sudah lima tahun bekerja di sini.Yang ini adalah Saudara Sahli, sedang yang berkaca mata itu adalah Saudara Hasan. Kedatangan Saudara ini akan memperkuat tekad kami untuk membina generasi muda di sini. Harapan seperti ini menjadi harapan Saudara Sahli dan Saudara Hasan tentunya. ”[Saenah mematikan tape. Pause, agak lama. Jamil menunduk, sedang Saenah memandang pada Jamil. Pelan pelan Jamil mengangkat mukanya. Mereka berpandangan]

4.1.7 Gaya Bahasa

Peranan bahasa merupakan hal sangat penting dalam mengungkapkan isi hati, pikiran, dan perasaan seseorang khususnya pengarang. Pengungkapan hal tersebut akan lebih baik apabila penggunaan bahasa itu ditafsirkan dengan gaya bahasa, yang akan menimbulkan serta memberikan keindahan, kenikmatan, dan perasaan tertentu bagi pembaca.

Gaya bahasa yang digunakan oleh Max Arifin dalam drama Badai Sepanjang Malam adalah gaya bahasa sehari-hari. di bawah ini akan dibahas beberapa gaya bahasa yang disajikan oleh pengarang.

Klimaks, dimana pengarang melukiskan sesuatu yang mempunyai pola struktur menaik. Hal ini dapat kita lihat pada kutipan berikut: Suara jangkerik. suara burung malam. gonggongan anjing di kejauhan. Suara Adzan subuh.

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis dan kajian terhadap drama Badai Sepanjang Malam karya Max Arifin pada bab 4, maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1) Aspek unsur stuktur atau intrinsik drama Badai Sepanjang Malam karya Max Arifin yang meliputi tema, dialog, peristiwa atau kejadian, latar atau seting, penokohan atau perwatakan, alur atau plot serta gaya bahasa tergambar dengan jelas dan utuh.

2) Gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang dalam drama tersebut adalah gaya bahasa sehari-hari. Namun pengarang menuliskannya secara penuh tanpa kata-kata yang seharusnya tidak perlu.

DAFTAR RUJUKAN

Aminudin. 1987. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung : Sinar Baru.

Ratna, nyoman kutha, 2004. Teori, Metode, dan teknik Penelitian Sastra, yogyakarta: Pustaka pelajar.

Santoso, Puji, 1993, ancangan semiotika dan pengkajian susastra, Bandung: Angkasa

http://sastradewa.blogspot.com/2008/03/pengertian-fungsi-dan-ragam-sastra.html

Penulis: Ferdinaen Saragih

Related Posts:

Kajian Cerpen: Simbolisme Dalam Cerpen “Hujan” Karya Sutarji Calzouum Bachri

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Sastra adalah suatu seni yang hidup bersama-sama dengan Bahasa. Tanpa bahasa sastra tidak mungkin ada. Melalui bahasa ia dapat mewujudkan dirinya berupa sastra lisan, maupun tertulis. Walaupun perwujudan sastra menggunakan bahasa, kita tidak dapat memisahkan sastra dari bahasa, ataupun membuangnya dari peradaban bahasa itu sendiri, karena itu merupakan suatu perbuatan yang sangat biadab, Karena sastra adalah sebuah “hidup” bagi seorang penulis

Ada dua jenis (genre) karya sastra Indonesia, yaitu puisi dan prosa. Pada awalnya, puisi disebut sebagai karangan terikat karena harus memenuhi aturan yang menyangkut jumlah kata, larik, dan bait, serta pola bait; sebaliknya prosa disebut karangan bebas karena tidak terikat oleh aturan itu.

Ada dua jenis (genre) karya sastra Indonesia, yaitu puisi dan prosa. Pada awalnya, puisi disebut sebagai karangan terikat karena harus memenuhi aturan yang menyangkut jumlah kata, larik, dan bait, serta pola bait; sebaliknya prosa disebut karangan bebas karena tidak terikat oleh aturan itu.

Dilihat dari bentuknya, sastra terdiri atas 4 bentuk, yaitu (1) Prosa, bentuk sastra yang diuraikan menggunakan bahasa bebas dan panjang tidak terikat oleh aturan-aturan seperti dalam puisi. (2) Puisi, bentuk sastra yang diuraikan dengan menggunakan habasa yang singkat dan padat serta indah. Untuk puisi lama, selalu terikat oleh kaidah atau aturan tertentu (3) Prosa liris, bentuk sastra yang disajikan seperti bentuk puisi namun menggunakan bahasa yang bebas terurai seperti pada prosa. (4)Drama, yaitu bentuk sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasa yang bebas dan panjang, serta disajikan menggunakan dialog atau monolog. Drama ada dua pengertian, yaitu drama dalam bentuk naskah dan drama yang dipentaskan.

Karya sastra dengan keutuhannya secara semiotik dapat dipandang sebuah tanda. Sebagai suatu bentuk, karya sastra secara tertulis akan memiliki sifat kerungan. Dimensi ruang dan waktu dalam sebuah cerita rekaan mengandung tabiat tanda menanda yang menyiaratkan makna semiotik. Dari dua tataran (level) antara mimetik dan semiotik (atau tataran kebahasaan dan mistis) sebuah karya sastra menemukan keutuhannya untuk dipahami dan dihayati.

Cerita pendek (cerpen) sebagai salah satu jenis karya sastra ternyata dapat memberikan manfaat kepada pembacanya. Di antaranya dapat memberikan pengalaman pengganti, kenikmatan, mengembangkan imajinasi, mengembangkan pengertian tentang perilaku manusia, dan dapat menyuguhkan pengalaman yang universal. Pengalaman yang universal itu tentunya sangat berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia serta kemanusiaan.

cerpen karya Sutarji Calzoum Bachri yang berjudul “Hujan”telah banyah mengisyaratkan simbolisme yang tidak dapat kita artikan secara realita, sehingga dibutuhkan pengkajian secara semiotik. kiranya cerpen dengan segala permasalahannya yang universal itu ternyata menarik juga untuk dikaji. Bahkan tidak pernah berhenti orang yang akan mengkajinya. Apalagi jika cerpen itu dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Seperti halnya penulis mencoba mengkaji cerpen yang dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Hal inilah yang membawa penulis mengkaji cerpen “hujan” Karya Sutarji Calzoum bachri.

1.2 Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah dalam suatu kajian sangatlah penting hal ini dimaksudkan agar permasalahan yang akan di kaji lebih terarah dan tidak terjadi penyimpangan yang terlampau jauh dari permasalahan semula.

Berdasarkan latar belakang yang demikian luas dan umum, penulis akhirnya membatasi permasalahan hanya dalam bidang semiotik mengenai makna simbolisme dalam cerpen ‘Hujan” karya Sutarji Calzoum Bachri?

1.3 Perumusan masalah

Berdasarkan urayan latar belakang di atas, penulis akan merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan pengkajian sebagai berikut:

a. Bagaimana struktur cerpen hujan tersebut?

b. Apa saja simbol yang di tuangkan oleh Sutarji dalam cerpen hujan tersebut? sehingga terlihat begitu terpadu dan indah?

c. Makna apa yang tersirat dalam simbolisme yang dituangkan dalam cerpen Hujan tersebut?

1.4 Tujuan dan Manfaat Kajian

Adapun tujuan penulisan makalah ini selain untuk memenuhi tugas mata kuliah kajian Prosa, adalah:

a) Mendeskripsikan Struktur Cerpen “hujan” karya Sutarji Calzoum Bachri.

b) Mendeskripsikan metode struktur dan semiotika dalam mengkaji Prosa.

c) Memaparkan satu contoh mengkaji Prosa secara Semiotik dari unsur simbolisme.

d) Mendeskripsikan simbolisme dalam Cerpen “Hujan” karya Sutarji Calzoum Bachri.

LANDASAN TEORETIS

2.1 Cerpen/Prosa

Menurut kamus istilah sastra yang diterbitkan oleh Balai bahasa, cerpen adalah kiasan yang memberi kesan tunggal yang dominan tentang satu tokoh dalam satu latar dan satu situasi dramatik; cerpen. Cerpen harus memperhatikan kepaduan sebagai patokan dasarnya (short story Ing.)

Cerpen bisa berupa masalah perkawinan, percintaan, tradisi, agama, persahabatan, sosial, politik, pendidikan, dan sebagainya. Jadi tidaklah mengherankan jika seseorang pembaca cerpen, maka sepertinya orang yang membacanya itu sedang melihat miniatur kehidupan manusia dan merasa sangat dekat dengan permasalahan yang ada di dalamnya. Akibatnya, si pembacanya itu ikut larut dalam alur dan permasalahan cerita.

Sering pula perasaan dan pikirannya dipermainkan oleh permasalahan cerita yang dibacanya itu. Ketika itulah si pembacanya itu akan tertawa, sedih, bahagia, kecewa, marah , dan mungkin saja akan memuja sang tokoh atau membencinya. yang disajikan dalam bentuk bahasa yang tidak terikat oleh jumlah kata dan unsur musikalitas.

Bahasa yang tidak terikat itu digunakan untuk menyampaikan tema atau pokok persoalan dengan sebuah amanat yang ingin disampaikan berkenaan dengan tema tersebut.

2.1.1 Unsur-unsur Pokok Cerpen

Menurut Nyoman Kutha Ratna, unsur pokok atau sering disebut juga sebagai unsur intrinsik yang terkandung didalam cerpen antara lain: (1) Tema, (2) Peristiwa atau, Kejadian, (3) Latar atau Seting, (4) Penokohan atau Perwatakan, (5) Alur atau Plot, (6) Sudut Pandang dan (7) Gaya Bahasa.

2.2 Semiotik

2.2.1 Sejarah Semiotik

Di akhir abad ke sembilan belas filsuf Amerika Charles Sanders Peirce memulai sebuah studi yang dinamakannya “semiotic”, dan dalam bukunya COURSE IN GENERAL LINGUISTICS (1915) linguis Swiss Ferdinand de Saussure tanpa mengetahui ide Peirce tersebut mengusulkan sebuah ilmu ( a science) yang disebutnya “semiology”. Sejak itu semiotika dan semiologi telah menjadi nama-nama alternatif bagi sebuah ilmu umum tentang tanda-tanda (a general science of signs), seperti yang terdapat dalam semua pengalaman manusia. Menurut ilmu ini pemakaian tanda tidak terbatas pada sistem komunikasi yang eksplisit seperti bahasa, kode Morse, dan tanda serta signal lalulintas; beragam aktivitas dan produksi manusia lainnya – postur dan gerak badan kita, ritual sosial yang kita lakukan, pakaian yang kita pakai, makanan yang kita sajikan, bangunan tempat kita tinggal – mengandung “arti” yang dimengerti oleh anggota-anggota dari kebudayaan tertentu, makanya bisa dianalisis sebagai tanda-tanda yang berfungsi dalam berbagai jenis sistem signifikasi. Walaupun studi tentang bahasa (pemakaian tanda-tanda verbal) dianggap hanya sebagai satu cabang semiotika, linguistics yang merupakan ilmu tentang bahasa yang sangat berkembang menyediakan metode dan peristilahan dasar yang dipakai oleh seorang semiotikus dalam mempelajari semua sistem-tanda sosial lainnya.

C.S. Peirce membedakan tiga kelas tanda, yang didefinisikannya dalam konteks jenis hubungan antara item yang menandakan dan yang ditandakan: (1) IKON, berfungsi sebagai tanda melalui persamaan inheren, atau unsur-unsur yang dimiliki bersama, dengan apa yang ditandakan; contoh-contohnya adalah persamaan antara sebuah potret dengan manusia yang digambarkannya, atau persamaan antara sebuah peta dengan wilayah geografis yang diwakilinya. (2) INDEKS adalah sebuah tanda yang memiliki hubungan kausal dengan apa yang ditandakan; jadi, asap merupakan tanda yang mengindikasikan api, dan sebuah alat penunjuk arah angin mengindikasikan arah angin berhembus. (3) Dalam SIMBOL (atau dengan istilah yang kurang ambiguitas, “tanda sebenarnya”) hubungan antara item penanda dan apa yang ditandakan bukanlah sebuah hubungan yang alami, tapi merupakan sebuah konvensi sosial. Gerakan berjabatan tangan, misalnya, dalam banyak kebudayaan merupakan tanda konvensional untuk sapaan ataupun perpisahan, dan lampu lalulintas berwarna merah secara konvensional menandakan “Berhenti!” Contoh paling utama dan paling kompleks dari tipe tanda ketiga ini adalah kata-kata yang membentuk sebuah bahasa.

Saussure memperkenalkan banyak dari istilah dan konsep yang dipakai para semiotikus sekarang ini. Yang paling penting adalah sebagai berikut: (1) Sebuah tanda terdiri dari dua komponen atau aspek yang tidak dapat dipisahkan, yaitu “signifier” (dalam bahasa, seperangkat bunyi ujaran, atau tanda-tanda di atas kertas) dan “signified” (konsep, atau ide, yang merupakan arti dari tanda tersebut). (2) Sebuah tanda verbal, dalam peristilahan Saussure, bersifat “arbitrary”. Maksudnya, dengan onomatopoeia (kata-kata yang kita anggap sama dengan bunyi-bunyi yang ditandakan) sebagai pengecualian kecil, tidak ada hubungan inheren atau alami antara sebuah “signifier” verbal dengan apa yang ditandakan (signified). (3) Identitas dari semua elemen sebuah bahasa, termasuk kata-katanya, bunyi-bunyi ujaran komponennya, dan konsep-konsep yang ditandakan kata-kata, tidak ditentukan oleh “kualitas positif”, atau unsur-unsur objektif dalam elemen-elemen itu sendiri tapi oleh perbedaan (differences), atau sebuah jaringan hubungan, yang terdiri dari perbedaan dan oposisi dengan bunyi-bunyi ujaran lainnya, kata-kata lainnya, dan “signified” lainnya yang terdapat hanya dalam sebuah sistem linguistik tertentu. (4) Tujuan dari linguistics, atau usaha semiotika lainnya, adalah untuk memahami “parole” (sebuah ujaran verbal, atau sebuah pemakaian khusus tanda atau seperangkat tanda) hanya sebagai sebuah manifestasi dari “langue” (yaitu sistem umum dari perbedaan-perbedaan implisit dan aturan-aturan kombinasi yang mendasari dan memungkinkan sebuah pemakaian khusus tanda). Fokus perhatian semiotika lebih banyak terletak pada sistem yang mendasari “langue” daripada pada sebuah “parole” tertentu.

Semiotika modern berkembang di Perancis di bawah pengaruh Saussure hingga banyak semiotikus juga merupakan strukturalis. Mereka membahas setiap fenomena atau produksi sosial sebagai “teks”, yakni seperti yang terbentuk oleh struktur-struktur yang berdiri sendiri, mandiri dan hierarkis dari tanda-tanda, “kode-kode” fungsional yang ditentukan secara berbeda-beda, dan aturan-aturan kombinasi dan transformasi yang membuatnya “berarti” bagi anggota-anggota sebuah masyarakat. Claude Levi-Strauss, di tahun 1960an dan sesudahnya, memulai penerapan semiotika atas antropologi budaya dan pendirian strukturalisme Perancis dengan memakai linguistics Saussure sebagai model untuk menganalisis berbagai fenomena dan praktek-praktek dalam masyarakat primitif, yang diperlakukannya sebagai setengah-bahasa, atau struktur-struktur penanda yang independen. Ini termasuk sistem kekerabatan, sistem totem, cara menyiapkan makanan, mitos, dan mode pra-logis dalam penginterpretasian dunia. Jacques Lacan menerapkan semiotika atas psikoanalisis Freud, dengan menginterpretasikan ketaksadaran sebagai sebuah struktur tanda, seperti bahasa; dan Michel Foucault melakukan pendekatan analisis yang serupa untuk mendiskusikan, dalam berbagai periode sejarah, interpretasi medis atas symptom penyakit, perubahan dalam identifikasi, klasifikasi dan perawatan orang gila, dan konsep-konsep seksualitas manusia. Roland Barthes, yang secara eksplisit menerapkan prinsip-prinsip dan metode Saussure, menulis analisis semiotik atas konstituen dan kode sistem-tanda dalam iklan fashion perempuan, dan juga dalam banyak “ mitos borjuis ” tentang dunia ini yang menurutnya dicontohkan dalam sistem-tanda sosial seperti pertandingan gulat profesional, mainan anak-anak, “ornamental cookery”, dan tarian telanjang striptease. Barthes juga dalam tulisan-tulisan awalnya merupakan seorang eksponen utama dari kritik strukturalis yang membahas teks sastra sebagai “sebuah sistem semiotik lapisan kedua”; maksudnya, teks sastra dipandang sebagai memakai sistem bahasa yang merupakan lapisan pertama untuk membentuk struktur yang lebih tinggi tingkatannya, sesuai dengan sistem elemen-elemen, konvensi dan kode berbeda sastra.

2.2.2 Defenisi Semiotik Menurut Para Ahli

Sebagai ilmu semiotika berfungsi untuk mengungkapkan secara ilmiah keseluruhan tanda dalam kehidupan manusia, baik tanda verbal maupun nonverbal. Sebagai pengetahuan praktis, pemahaman terhadap keberadaan tanda-tanda, khususnya yang dialami dalam kehidupan sehari-hari berfungsi untuk meningkatkan kualitas kehidupan melalui efektifitas dan efesiensi energi yang harus dikeluarkan. Memahami sistim tanda, bagaimana cara kerjanya, berarti menikmati suatu kehidupan yang lebih baik. konflik, salah paham, dan berbagai perbedaan pendapat diakibatkan oleh adanya perbedaan penafsiran terhadap tanda-tanda kehidupan.

Di satu pihak, ilmuwan sosial mencoba memecahkan masalah sosial yang terjadi dengan cara menemukan latar belakangnya, sekaligus memecahkan secara teoretis, misalnya, dengan teori konflik. Di pihak yang lain, ia juga dapat memecahkannya melalui semiotika, misalnya, interaksi sosial. Tujuannya yang dicapai sama, yaitu mengatasi konflik suatu masyarakat tertentu.

Dick Hartoko memberi batasan, semiotika adalah bagaimana karya itu ditafsirkan oleh para pengamat dan masyarakat lewat tanda-tanda dan lambang-lambang. Sedeangkan

Luxemburg mengatakan bahwa semiotik adalah ilmu-ilmu yang secara sistematis mempelajari tanda-tanda dan lambang-lambang, sistem-sistemnya dan proses perlambangan (santoso 1993:3).

Aart Van Zoest mendefinisikan semiotika adalah ilmu tentang tanda-tanda dan segala yang berhubungan dengannya.

Sujadi Wiryaatmaja mengatakan bahwa Semiotik adalah ilmu yang mengkaji kehidupan tanda dan maknanya yang luas di dalam kehidupan masyarakat baik yang lugas maupun yang kias.

METODE KAJIAN

3.1 Metode Kajian

Adapun metode yang dilakukan penulis yaitu dengan menggunakan metode Deskriptif. Penulis akan mendeskripsikan data untuk menemukan unsur-unsurnya. Studi untuk menyusun makalah ini berupa pencarian referensi dari beberapa buku yang dapat dijadikan acuan untuk menggali informasi yang aktual dan tetap berpegang pada prinsip representatif. Selain berbagai buku apresiasi dan kajian Prosa, penulis juga menggunakan media Maya untuk mencari data yang relevan dengan pembuatan makalah.

3.2 Sumber Data

Objek yang diteliti adalah Cerpen “Hujan” karya Sutarji Calzoum Bachri, dalam buka yang berjudul ”Hujan Menulis Ayam” yang diterbitkan oleh Penerbit INDENESIATERA, Magelang, 2001. Cerpen “Hujan” ini berada pada halaman 3- 6. Cerpen ini merupakan Cerpen pertama yang disuguhkan dari 9 Cerpen.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data, penulis menggunakan studi pustaka, yaitu teknik yang digunakan untuk memperoleh bahan penunjang yang berhubungan dengan permasalahan.

3.4 Teknik Pengolahan Data

Dalam pengolahan data, penulis menggunakan pendekatan semiotik untuk menganalisis data.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Struktural

Prosa (karya sastra) merupakan sebuah struktur. Struktur di sini dalam arti bahwa karya sastra itu merupakan susunan unsur-unsur yang bersistem, yang antara unsur-unsurnya terjadi hubungan yang timbal balik, saling menentukan. Jadi, kesatuan unsur-unsur dalam sastra bukan hanya berupa kumpulan atau tumpukan hal-hal atau benda-benda yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan hal-hal itu saling terikat, saling berkaitan, dan saling bergantung.

Dalam pengertian struktur ini terlihat adanya rangkaian kesatuan yang meliputi tiga ide dasar, yaitu ide kesatuan, ide transfomasi, dan ide pengaturan diri sendiri. Pertama, struktur itu merupakan keseluruhan yang bulat, yaitu bagian-bagian yang membentuknya tidak dapat berdiri sendiri di luar struktur itu. Kedua, struktur itu berisi gagasan transformasi dalam arti bahwa struktur itu tidak statis. Ketiga, struktur itu mengatur diri sendiri, dalam arti struktur itu tidak memerlukan pertolongan dari luar dirinya untuk mensahkan prosedur transformasi. Jadi, setiap unsur itu mempunyai fungsi tertentu berdasarkan aturan dalam struktur itu. Setiap unsur mempunyai fungsi tertentu berdasarkan letaknya dalam struktur itu.

Strukturalisme itu pada dasarnya merupakan cara berfikir tentang dunia yang terutama berhubungan dengan tanggapan dan deskripsi struktur-srukturnya. Menurut pikiran strukturalisme, dunia (karya sastra merupakan dunia yang diciptakan pengarang) lebih merupakan susunan-susunan hubungan daripada susunan benda-benda. Oleh karena itu, kodrat tiap unsur dalam struktur itu tidak mempunyai makna dengan sendirinya, melainkan maknanya ditentukan oleh hubungannya dengan semua unsur lainnya yang terkandung dalam struktur itu. (Hawkes, 1978:17-18).

Sebelum penulis membahas tentang simbolisme secara semiotik dalam cerpen Hujan karya Sutarji Calcoum Bachri, penulis lebih dulu membahas unsur pokok (struktur) yang terkandung di dalam dalam cerpen tersebut. Menurut Nyoman Kutha Ratna unsur-unsur prosa antara lain:

4.1.1Tema

Tema sebuah cerpen merupakan pokok permasalahan yang mendasari sebuah cerita. Pokok permasalahan itu mungkin berupa kehidupan, pandangan hidup, atau komentar terhadap lingkungan. Tema berkedudukan secara penting karena m,erupakan titik sentral yang melatar belakangi terjadinya suatu cerita atau peristiwa.

Cerpen “Hujan” mengisahkan seorang gadis enam belas tahun yang begitu mencintai Hujan. Penulis mendapat gambaran yang jelas bahwa tema cerita yang terdapat dalam cerpen Hujan adalah keadaan alam atau lingkungan.

4.1.2 Peristiwa atau Kejadian

Peristiwa dalam cerpen Hujan ini mengisahkan seorang anak gadis yang begitu menyukai hujan. Jika kita telaaah lebih dalam kita akan menemukan latar belakang mengapa gadis tersebut begitu menyukai hujan. Bermula karena kebenciannya pada matahari. Seperti pada kutipan dibawah ini.

Bermula karena merajuk kepada matahari, ia beranjak senang pada hujan. Itu ketika usia limatahunan, ketika ikut-ikutan ibunya memindahkan anak tanaman suplir ke halaman yang lantas remuk redam dibantai panas siang.

4.1.3 Latar atau Seting

Dalam suatu cerita latar di bentuk melalui segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya suatu peristiwa. Latar ini ada tiga macam, yaitu: latar tempat; latar waktu; dan latar sosial.

4.1.3.1 Latar Tempat

Adapun latar tempat yang terdapat dalam cerpen Cerpen “Hujan” karya Sutarji Calzoum Bachri ialah ruangan dalam rumah Ayesha. Hal ini dapat kita lihat dari kutipan di bawah ini.

Terpagut pada tari hujan, Ayesha mulai bersijingkat ke tengah ruangan dan segera melangkahkan tarian.

Lantas, jemari-jemari kakinya meniti-niti tari sambil membiarkan tempias tari di lantai. Maka, lantai ruangan ikut basah dengan tarian.

Dalam puncak hujan tariannya itu, tiba-tiba pintu di buka dari luar. Ayesa tersentak dan putuslah tariannya.

4.1.3.2 Latar Waktu

Adapun latar waktu yang terdapat dalam cerpen Cerpen “Hujan” karya Sutarji Calzoum Bachri ialah ketika Hujan. Hal ini dapat kita lihat dari kutipan dari alinea pertama cerpen tersebut.

Hujan menggelitik pepohonan di halaman, membasuh dahan, menggertap di atap, dan membangunkan Ayesha, gadis yang enam belas tahun yang tadinya nyenyak di kamar.

4.1.3.3 Latar Sosial

Adapun latar sosial kehidupan yang terdapat dalam cerpen Cerpen “Hujan” karya Sutarji Calzoum Bachri ialah sebuah kehidupan yang sederhana. Ini terlihat pada kutipan di bawah ini.

Ibunya pulang dari super market terperangah sesaat melihat lantai basah. Supermarket disini menunjukkan keluarga ayesha adalah keluarga yang sederhana. Tidak kekurangan atau sangat berkecukupan.

4.1.4 Penokohan atau Perwatakan

Pada cerpen Hujan tersebut, tokoh utama bukanlah pengarangnya sendiri. Dibawah ini akan di bahas beberapa tokoh yang melukiskan penokohan setiap tokoh.

Ayesha adalah seorang anak yang pintar. Ini dapat kita lihat pada kutipan berikut.

Di kelas, jika hujan datang ia selalu menatap keluar. Guru mula-mula kesal. Tapi akhirnya dibiarkan. Bagaimanapun ia anak yang pintar.

4.1.5 Alur atau Plot

Alur menurut Suminto A. Sayuti (2000:31) diartikan sebagai peristiwa-peristiwa yang diceritakan dengan panjang lebar dalam suatu rangkaian tertentu dan berdasarkan hubungan-hubungan konsolitas itu memiliki struktur. Strukturnya itu terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhir. Didalam cerpen ini, struktur plot itu dapat diuraikan seperti berikut.

4.1.6 Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan suatu teknik yang digunakan pengarang dalam menentukan kedudukan atau posisi dalam suatu cerita, terutama mengenai dirinya.

Pengarang dalam cerita ini bertindak sebagai peninjau atau sebagai pihak luaran. Maksudnya pengarang tidak menggunakan sebutan “aku” tapi pengarang langsung menyebut namanya atau sebutan ia. Seperti pada kutipan dibawah ini

“Alhamdulilah hujan,” bilang ayesha sambul turun dari ranjang dan melangkah ke depan.

4.1.7 Gaya Bahasa

Peranan bahasa merupakan hyal yang sangat penting dalam mengungkapkan isi hati, pikiran, dan perasaan seseorang khususnya pengarang. Pengungkapan hal tersebut akan lebih baik apabila penggunaan bahasa itu difariasikan dengan gaya bahasa, yang pada akhirnya akan menimbulkan serta memberikan keindahan, kenikmatan, dan perasaan tertentu bagi pembaca.

Dibawah ini akan diuraikan beberapa gaya bahasa yang di gunakan pengarang dalam cerpen hujan tersebut.

- Personifikasi, ini terlihat saat pengarang memjadikan benda mati seakan-akan bernyawa, berprilaku seperti manusia. Hal ini terlihat pada kutipan seperti; (1) Hujan menggelitik pepohonan di halaman, membasuh dahan, menggertap di atap, dan membangunkan ayesha, gadis enam belas tahun yang tadinya lelap di kamar. (2) Dan iapun kini paham, hujan diluar mengajak bangkit hujan yang didalam dirinya, nyanyi hujan di atap, lambayan hujan pada dedaunan, dan laki-laki hujan di halaman terus memanggil-manggil. (3) lihatlah, hujan meloncat-loncat dari ranting keranting dan menjadi ranting hujan.

- Simile, ini terlihat saat pengarang menggunakan Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung, seperti layaknya, bagaikan, dll. Hal ini terlihat pada kutipan seperti; bagai angsa mengarungi telaga, iapun asik melayarkan tari.

- Hiperbola, terlihat saat pengarang melebih-lebihkan kenyataan, sehingga kenyataan, sehingga kenyataan tersebut tidak menjadi masuk akal. Terlihat pada kutipan seperti; (1) ia telah menjadi hujan sekarang. Ia menderas dari pojok ke pojok ruangan menarikkan hujan. (2) kini Ayesha telah memiliki buah dan mawar hujan.

4.2 Semiotik

Dari defenisi yang diungkapkan oleh Aart Van Zoest yang mengatakan bahwa semiotika adalah ilmu tentang tanda-tanda dan segala yang berhubungan dengannya. Sehingga Karya sastra dengan keutuhannya secara semiotik dapat dipandang sebuah tanda. Sebagai suatu bentuk, karya sastra secara tertulis akan memiliki sifat kerungan. Dimensi ruang dan waktu dalam sebuah cerita rekaan mengandung tabiat tanda menanda yang menyiaratkan makna semiotik. Dari dua tataran (level) antara mimetik dan semiotik (atau tataran kebahasaan dan mistis) sebuah karya sastra menemukan keutuhannya untuk dipahami dan dihayati. Pada pembahasan selanjutnya akan dibahas simbolisme yang di lukiskan Sutarji dalam cerpen hujan tersebut.

4.2.1 Simbolisme dalam Cerpen “Hujan” karya Sutarji Calzoum Bachri.

Karya sastra adalah seni yang banyak memanfaatkan simbol. untuk mengungkapkan dunia bawah sadar agar kelihatan nyata dan lebih jelas, pengarang menggunakan kiasan-kiasan dan perlambang dalam ceritanya. Setiap peristiwa atau kejadian, juga kadang-kadang nama tokoh tidak disampaikan secara naturalistik dan realistik sebagaimana adanya, tetapi disampaikan secara figuratif dan perlambang. Jika kenyataannya seperti itu, maka jelaslah bahwa sastra (cerpen) telah berperan sebagai pemekat, sebagai karikatur dari kenyataan, dan sebagai pengalaman kehidupan, seperti yang diungkapakan Saini K.M. (1989:49).

Judul cerpen “hujan” karya sutarji calzoum Bachri ini telah mengisyaratkan sebuah personifikasi sifat-sifat manusia, yaitu pengungkapan hujan yang direfleksikan sebagai mahluk hidup khususnya manusia. Sutarji melukiskan hujan sebagai sahabat atau teman akrab. hujan sebagai laki-laki yang dapat memanggil-manggil. hujan yang mampu mendedahkan sastra, musik, nyanyi, atau tari. Hujan yang menyibak-nyibakkan tarian dan melentun anggun pada dahan, dan batang. Hal ini jelas merupakan bagian dari mahluk hidup khususnya manusia.

Cerpen hujan karya sutarji calzoum Bachri ini dibuka dengan “hujan yang menggelitik pepohonan di halaman, membasuh dahan, menggertap di atap, dan membangunkan ayesha, gadis enam belas tahun yang tadinya nyenyak di kamar. Jika kita kaji lagi kata-kata yang digunakan Sutarji untuk melukiskan hujan begitu menyamai kelakuan manusia sebagai mahluk hidup.

Sebagai perlambang, Cerpen hujan karya sutarji calzoum Bachri ini lebih kaya dengan nuansa-nuansa alam dengan pohon-pohonnya. Ini melukiskan kesejukan mengikat suasana. Barangkali pemakaian simbol-simbol yang dipaparkan dalam Cerpen hujan tersebut, supaya terlihat lebih bermakna, dan harus dikembalikan kepada realita kehidupan dengan alam, dimana karya dan pengarang itu hidup.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan kajian terhadap Cerpen hujan karya sutarji calzoum Bachri ini, maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Cerpen hujan karya sutarji calzoum Bachri ini lebih dominan dengan gaya bahasa personifikasi, ini terlihat saat pengarang menjadikan benda mati seakan-akan bernyawa, berprilaku seperti manusia. Yang mengisyaratkan sebuah personifikasi sifat-sifat manusia, yaitu pengungkapan hujan yang direfleksikan sebagai mahluk hidup khususnya manusia.

2. Sebagai perlambang, Cerpen hujan karya sutarji calzoum Bachri ini lebih kaya dengan nuansa-nuansa alam dengan pohon-pohonnya. Ini melukiskan kesejukan yang mengikat suasana.

DAFTAR PUSTAKA

MH Abrams, A GLOSSARY OF LITERARY TERMS, 5th Edition, 1988, Holt, Rinehart and Winston, Inc, New York (terjemahan Saut Situmorang)

Ratna, Nyoman Kutha, 2004. Teori, Metode, dan teknik Penelitian Sastra, yogyakarta: Pustaka pelajar.

Santoso, Puji, 1993, ancangan semiotika dan pengkajian susastra, Bandung: Angkasa

http://sastradewa.blogspot.com/2008/03/pengertian-fungsi-dan-ragam-sastra.html

http://awan965.wordpress.com/2008/12/20/analisis-cerpen-robohnya-surau-kami/

http://sungaibatinku.wordpress.com/kesastraan/analisis-cerpen-lembu-di-dasar-laut karya-afrizal-malna/

Penulis: Ferdinaen Saragih

Related Posts:

Cerita Remaja: Katakan Cinta di Kos Romantis

Cerpen Ferdinan De J Saragih

Sebuah persinggahan dengan bunga-bunga yang bermekaran. ruang yang selalu mempermainkanku pada keindahan yang memesona. Derai angin selalu mengantarkan harum mawar, hingga membuatku mabuk kepayang. Betapa indahnya tempat ini, betapa aku ingin selalu di sini.

Aku seorang yang masih jomblo pada persinggahan itu, sikap pendiam dan pemalu terngaung, menutup rasa cinta. mungkin suatu yang terpendam membentuk puncak es di hati. Beku, semakin hari semakin membatu. aku semakin tidak yakin kalau suatu saat gunung es itu mampu mencair. Semua tahu matahari selalu terbit dari arah timur ke barat bukan dari utara keselatan. Sehingga, es di kutub utara tak akan pernah mencair.

Chelsy, nama itulah yang mendermaga di lubuk hatiku, ukiran nama Chelsy membekas di setiap sysraf-syaraf otakku. Kamar yang berhadap-hadapan, latar itulah yang selalu memberiku kesempatan bertatapan dengannya. Aku selalu rindu adegan itu, selalu membuat hatiku berbunga, kala mata kami beradu dalam sebuah lingkaran. hingga menumbuhkan bercak-bercak cinta yang mendalam, serupa gulma di musim penghujan.

“Jek apa kamu tidak bosan hidup sendiri, Tanpa pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita?” ucap sem.

Pertanyaan itulah yang selalu membuatku terdiam atau terpuruklah itu. Sepertinya, tidak ada kata-kata yang dapat kurangkai untuk menjawab, karena serba salah dan semuanya tolol.

Hatiku bagaikan es di kutub utara yang tidak tahu, kapan bisa mencair, karena semakin hari semakin memuncak oleh kata-kata dan perasaan yang tak bisa kucairkan pada sebuah daratan.

Aku benci pada diriku, menyesal hidup seperti ini. penakut, pendiam, pemalu, sifat yang lumrah dimiliki seorang wanita, tapi aku seorang lelaki yang sepantasnya berani mengungkapkan kata cinta pada seorang wanita. bukan pemalu dan hanya menunggu ungkapan cinta seorang bidadari.

“Sampai kapan?” teriakku. Aku tak ingin hidup seperti ini. hidup dalam bayang-bayang cinta yang yang kelam.

Kupandang hidupku kebelakang. Mengingat-ingat prilaku yang hanya diam. waktu yang tidak kugunakan, semuanya sia-sia. Ke kampus lalu tidur di kosan, kadang membuat kamar seperti pabrik, oleh gumpalan asap rokok yang tak pernah berhenti, keluar-masuk dari mulutku.

Hari ini hari sabtu, libur di kalangan mahasiswa. Kosan terasa amat sepi. penghuni kosan menikmati hari libur, menghilangkan kejenuhan oleh rumus-rumus, pengertian-pengertian, istilah-istilah dan ilmu-ilmu, selama lima hari berturut-turut.

Bepergian atau berbelanja untuk menenangkan pikiran, bukan bagian hidupku. Dikala libur biasanya kuhabiskan waktu untuk menulis puisi, menyusun nada-nada menjadi musikalisasi. hanya itulah yang dapat menghiburku. Bukan hanya pikiran tetapi hati yang sudah membeku sekejap merasakan kehangatan oleh untayan kata-kata dan nada-nada yang mengalun dengan sendu. Sepertinya, menyuarakan kesendirian dan kejenuhanku. mungkin saja kepada nyamuk atau kecoak yang selalu menemaniku.

Pada sebuah siang yang panas, aku melihat sosok seorang gadis, tiba-tiba jantungku bergemuruh. ya itu Chelsy. sepertinya dia berjalan menuju kamar mandi. mungkin sebentar lagi dia juga akan bepergian atau bersenang-senang, sebagaimana teman-teman yang yang lain. Sejenak kupandang sosok gadis itu, terpintas suatu ide dalam benakku, tapi masih mengapung-apung. Karena, untuk melakukannya diperlukan suatu keberanian. Kutenangkan jiwaku, kutepis semua rasa takut, kurangkai kata-kata yang mungkin kuungkapkan untuknya, saat itu juga.

Kakiku mulai gemetar. kutuntun untuk melangkah keluar dari kamar kosan. kulihat sekeliling, sepertinya sepi. “Mungkin semuanya sudah pada pergi.” Bisikku dalam hati. kudekati kamar mandi itu. kutunggu hingga celsy keluar.

Ketika, berada di depan pintu kamar mandi, aku sempat barhayal. Mungkin kenekatanku itu akan membuatku malu seumur hidup, tapi aku tidak peduli soal itu, mungkin itu suatu pengorbanan untuk meraih cinta.

Terlalu lama melamun, membuatku tersentak kaget. melihat Chelsy sudah dihadapanku. dia juga kaget. dari raut wajahnya sepertinya dia malu, karena tubuh mungilnya hanya ditutupi handuk lembutnya saja.

Kulangkahkan kakiku mendekatinya, kuraih tangannya lalu kutarik kedalam kamar mandi itu lagi. awalnya dia sangat berontak, dia takut kalau aku berbuat senonoh pada tubuh indahnya yang memesona, namun akhirnya dia mulai tenang, saat aku berlutut di hadapannya dan mengungkapkan semua isi hatiku kepadanyanya.

Dia hanya bisa terdiam, mungkin dia kaget atau marah atas kelakuanku yang di luar pikirannya. Namun, aku tak perduli apa pendapatnya tentang diriku.

Kini es dikutub utara sudah mencair, mengalir ke samudra-samudra, menggenangi seluruh rawa yang dulu kering dan laut yang lama surut telah penuh kembali. Mungkin panasnya bumi oleh asap pabrik, asap kendaraan dan hutan yang di gundul para penebang-penebang liar.

Dalam suasana hening itu, tiba-tiba bibir lembutnya memancarkan kata-kata yang sangat berharga untukku.

“sebenarnya aku sudah lama memendam perasaan yang sama denganmu, aku juga suka sama kamu, aku sudah lama menunggu masa-masa seperti ini.” ucapnya sedikit malu.

Jawapan yang begitu singkat, namun telah menjawab semua teka-teki yang tak pernah bisa terjawab olehku, bahkan pakar sekalipun. Hanya Celsylah yang bisa menjawabnya. dituntunnya aku untuk berdiri, lalu kicium tangan yang kugenggam dari tadi. masih terasa harum, seperti mawar putih yang mekar di pagi hari.

“Aku pamit dulu! jangan lupa, nanti malam kita ke taman, menikmati malam dan melihat bintang-bintang. aku akan menunjukan kepada bulan, bintang, angin yang berhembus pada pohon-pohon, bahwa aku sudah mencairkan puncak es di hatiku.”

Dia menjawabnya dengan anggukan dan senyuman yang lembut, dengan sedikit malu. kulihat sekeliling kosan masih terasa sepi. “Mungkin mereka masih asik menikmati hari liburnya.” Pikirku.

Aku langsung berlari menuju kamar. Dari jendela kamar itu, terus kupandangi bidadariku itu, seperti yang sering kulakukan sebelum cinta itu mencair pada sebuah daratan.

Bandung, 2009

Penulis: Ferdinaen Saragih

Related Posts:

Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Tak terasa “Pemilu” Pemilihan Umum Presiden dan wakil Presiden Telah usai. Tentunya siapapun yang menjadi pemenang atau yang kalah, mari kita bersama-sama menerimanya, karena itu adalah pilihan rakyat, rakyat Indonesialah penentunya dan Rakyatlah yang menajadi pemenang.

Dengan terpilihnya presiden yang akan memimpin Negri ini lima tahun kedepan, pastinya semua rakyat Indonesia berharap. dia dapat membangun Negri ini bersama rakyat, mengembalikan jati diri bangsa yang telah lama tertanam dalam-dalam.

Contohnya saja dari faktor eksternal, akhir-akhir ini negara tetangga kita menganggap remeh, dengan melewati perbatasan negara kita, TKI kita yang di siksa, dan masih banyak lagi. Faktor internalnya negara kita masih termasuk negara miskin, negara terpadat penduduknya, negara yang tingkat korupsinya tinggi dan masih banyak lagi. Demikianlah jati diri bangsa ternoda dan ternoda lagi. Tragis memang, sedih memang, namun apakah kita akan tetap bertahan dalam jati diri bangsa yang ambruk, juga masih tetap setia bertahan dalam posisi di bawah?

Sudah cukup rasanya bangsa Indonesia berdiam diri dalam keterpurukan ini. Mari, mari kita mulai lembaran baru yang lebih kemilau dari yang sebelumnya. Kita pasti bisa, bisa menjadi yang terdepan, dari bangsa-bangsa lainnya, dengan memprioritaskan terlebih dahulu di Asia Tenggara, lalu di Asia, selanjutnya di Dunia, menjadi yang terdepan dalam prestasi.

Untuk mewujudkan impian itu, tak hanya pemimpin yang kita andalkan, tetapi kita semua rakyat indonesia, seperti akademik, petani, pedagang, nelayan, pemulung dan lain-lain, khususnya jajaran pemimpin-pemimpin Negri yang telah dipercaya oleh rakyat. Mari, maju bersama untuk mengembalikan jati diri bangsa, menyongsong Indonesia yang jaya. Indonesia yang berprestasi di muka Dunia.

Mari kita pergunakan seluruh SDM kita, dengan membebaskan pasungan pemikiran selama ini. dengan kita yakin, kita pasti bisa untuk memukau dunia di era masa depan yang cemerlang dan gemilang.

Harkat dan martabat bangsa sangatlah penting. dengan menjaga harkat dan martabat bangsa, berarti kita juga telah menghargai jasa para pahlawan kita untuk mempertahankan kemerdekaan negara ini, yang dibayar dengan nyawa dan perjuangan yang tiada hentinya.

Rasa cinta kepada pahlawan berarti kita tidak menyia-nyiakan perjuangannya yang dahsyat. Sangat mulia jika kita membawa bangsa ini menuju bangsa yang gemilang tanpa di cap sebagai negara miskin, negara gudang koruptor atau yang lainnya, yang bersifat negatif. Sungguh indah kedengarannya jika kita balikkan menjadi negara maju, negara super, negara yang serba bisa. untuk itu mari kita galakkan perubahan yang nyata. Mengubah seluruh pandanga-pandangan negatif itu menjadi positif untuk selamanya.

Rakyat Indonesia pasti bisa. Untuk itu mari kita mulai tanpa pernah mengakhirinya lagi. “I love Indonesia”

Penulis: Ferdinaen Saragih

Related Posts:

Sajak-sajak Ferdinan De J Saragih

Sehari Lalu
sehari lalu kau datang penuhi mimpi
lalu kucoba menyalakannya dalam tungku hatiku
di kenyataan aku mencintaimu melebihi mimpiku
akupun menunggu hingga sehari lalu
sayang cahayamu telah hilang
jiwaku tak lagi menggumimu
sudah cukup sajakku mendongeng tentangmu.
Sehari lalu jawabmu hanya sunyi
lengang serupa batu, tak cukupkah waktu itu
kukerahkan mengetuk Pintumu

Setia Budhi, 2009


Kepada Tuhan
surat ini mungkin terlalu lama
kukirimkan melalui pos kota
berisi doa-doa dan no Hpku
Tuhan tau sendiri, sinyal di antara kita
telah terputus sekian lama
seumpama percerayan sepasang mempelai
Tuhan mungkin sudah bosan
mengetik sms di hari lalu, namun
tak pernah ada balasan dariku
dulu aku masih menikmati dunia
kini aku telah membenahinya lagi
sudi kiranya Tuhan menghubungiku kembali

Bandung, 2009

Dua Senja
dalam lamunanku yang panjang, aku
memikirkanmu seperti malam memikirkan bulan
mengisyaratkan kisah kita
yang tak bisa berpijak seumpama impian kita
tentu saja kita tidak akan memiliki
anak laki-laki dan perempuan
kita memang belum terlalu jauh
berjalan di atas tepi ini
hanya saja tujuan kita sama
namun kita tak pernah sampai ke samudra
karena kakimu dan kakiku
selalu terpasung pada persinggahan yang berbeda.

Ledeng, 2009

Penolakan
di saat fajar roh dan raga akan bercerai
waktuku setengah malam lagi
jangan membanguniku
setelah adegan penolakan itu
satu hal yang belum kuucapkan
sebelum pergi
tapi tidak dapat kuungkapkan
lewat gema
kau bisa membacanya
pada surat terakhirku
dalam dadaku, tepat dipangkal hatiku
tertulis “hatiku merana”

Setia Budhi, 2008

Perempuan
hatimu selalu saja kau selimuti pada suasana
gerah kemarau ini
aku kehausan menyelusuri bukit
lembah juga lorong yang kau beri api
menunggu pada musim basah nanti
terlalu sulit untukku melewati lumpur mati
menuju puncakmu
perempuanku,
dengan jubah berselimut salju
akan kuterobos apimu sebelum puncakmu
ditumbuhi ladang-ladang baru

Setia Budhi, 2009

Serupa Angin
aku masih menunggumu di gerbang
menuju ruang kelam kita dulu
pada setiap sudut ruang itu
tertinggal kesetiaanmu, apakah dulu
kau lupa untuk membawa atau kesengajaanmu
mungkin di ruang ini ada penyesalan
ketololan yang sembrautan
kenikmatan penuh kabut
tapi, aku tak perduli tentang itu
aku hanya ingin kesetiaanmu yang serupa angin

Lembang, 2009

Penulis: Ferdinaen Saragih

Related Posts:

Stop Dreaming Start Action

Berani bermimpi (Dreaming) berani berbuat. Sebenarnya bermimpi itu bukan suatu hal yang salah atau bersifat buruk, namun Banyak orang yang hanya bermimpi tanpa adanya perbuatan. Mereka hanya bisa bermimpi dan bermimpi lagi, lalu dengan bangga merekapun membawa mimpi itu hingga ke liang kubur, Tanpa pernah mereka wujudkan dalam kehidupan yang nyata. Tragis memang, sedih memang, malang memang, serta keterlaluan memang.

Karakter manusia itu berbeda beda. Namun jangan salah praduga, kalau karakter yang buruk itu dapat diubah oleh orang itu sendiri, dari pengalamannya atau dari kegagalannya, dari apa yang pernah dia ketahui sebelumnya. Saya membagi karakter manusia itu dalam tiga jenis, diantaranya:

Ada orang yang memiliki mimpi selangit, bahkan melebihi langit namun karena tidak adanya keberanian untuk mengambil resiko, sehingga tidak pernah berbuat (Action) lalu merekapun menyerah pada keadaan. pada akhirnya merekapun diam dan memulai bermimpi dan bermimpi lagi. Tragis memang, sedih memang, malang memang, serta keterlaluan memang.

Ada orang yang ingin mewujudkan impiannya dengan berani memulai, namun karena suatu kegagalan, dia diam kembali dan memulai bermimpi dan bermimpi lagi. Tragis memang, sedih memang, malang memang, serta keterlaluan memang.

Ada orang yang ingin mewujudkan impiannya. Ketika dia ingin memulai Ratusan bahkan ribuan kegagalan telah dia lewati, namun dia tidak pernah berhenti untuk berbuat. Kegagalan adalah kunci kesuksesan. Itulah semboyan yang selalu dia pegang untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang memporak-porandakan jiwanya.

Perlu kita ketahui kegagalan tersebut bukanlah kegagalan yang serupa yang diulang-ulang. Karena hal yang demikian tidak menjadikan kegagalan sebagai kunci kesuksesan, tetapi malah membuat kita berhenti. Jangan sekali-kali mengulang kegagalan yang sama, karena tanpa kita sadari hal itu membuat kita bosan untuk berbuat mengenai hal yang baru.

Dari ketiga karekter orang di atas. Tentu kita tau Karakter orang yang terakhir adalah karakter yang harus kita ikuti, karena kesuksesan berawal dari pengorbanan, baik dari segi finansial ataupun non-finansial.

Pernahkah anda mendengar atau membaca wawancara dengan seorang yang benar-benar telah sukses? Tak lain dan tak bukan ialah JOKO SUSILO, seorang praktisi internet marketing yang paling berhasil. Seseorang yang memulai bisnisnya dari kecil sampai sekarang ini bisa menjadi orang sukses. Bahkan hasil yang diterimanya melebihi gaji dari anggota dewan bahkan yang korupsi sekalipun. Hehehehe bercanda, tapi serius lo saya telah membaca wawancara beliau.

Sebenarnya masih banyak orang yang berhasil dan sukses dalam hidupnya melalui usaha yang mandiri dan banyak diantaranya berawal dari modal keberanian untuk memulai sesuatu hal, bahkan awalnya usaha tersebut tidak pernah di gelutinya bahkan diketahui sebelumnya. Namun dengan keberaniannya untuk berbuat, menjadikan di bertengger pada kesuksesan. Kemampuan berprestasi sering juga di sebut sebagai motivasi, orang yang berada pada karakter terakhir tadi menajdikan mimpinya untuk mendorong motivasinya untuk tetap berbuat tanpa pernah berhenti. Lalu anda tau apa yang dia dapatkan itulah kesuksesan, ya kesuksesan yang membanggakan.

Jika kita telah memiliki mimpi maka kita telah termotivasi untuk berbuat (Action). Ketika kita berada pada ruanga ini, tak lain dan tak bukan yang harus kita pikirkan adalah trik-trik khusus yang belum pernah dilakukan orang lain untuk memulai bisnis anda, bagaimana orang lain bisa tertarik dengan apa yang anda tawarkan, bagaimana orang lain menjadikan produk yang anda tawarkan sebagai sesuatu yang harus dia beli, dia pakai atau yang paling dia sukai. Untuk itu galilah pikiran anda dari yang pernah anda ketahui melalui yang anda membaca atau anda dengarkan terutama yang anda alami, sehingga anda tidak pernah jatuh kedalam lobang yang sama beberapa kali, hingga ujung-ujungnya berhenti lagi. Tragis memang, sedih memang,,.,..,.,.anda sudah tau kelanjutannya bukan???

JOKO SUSILO telah menawarkan beberapa pekerjaan on-line yang pantas di tekuni. lihat tautan ini WWW.JOKOSUSILO.COM dan hot bisnis internet yang belum terjamah, yang masih bisa anda garap sebagai ladang penghasilan ikuti tautan ini WWW.JOKOSUSILO.COM.

Dengan memulai untuk berpikir tentang sesuatu kita telah melawati sebuah tahap awal, sebuah tahap untuk mencapai kesuksesan. Karena kesuksesan bukanlah sebuah slogan belaka, tetapi suatu tujuan yang harus diraih.

Dalam hal ini anda bisa menjadikan orang yang patut di tiru seperti halnya JOKO SUSILO. Anda bisa menjadikannya sebagai cermin. Bagaimana beliau memulai bisnisnya hingga menjadi orang paling sukses dalam bidangnya. JOKO SUSILO adalah orang yang kreatif. Dia memiliki trik khusus bagaimana untuk memulai untuk bertindak. Lihat saja salah satu situs beliau yang ini WWW.JOKOSUSILO.COM. beliau memiliki trik-trik khusus, sehingga situs ini terus mendatangkan bangsa pasar yang tinggi, tempat dimana beliau memasarkan produk-produknya.

Untuk bisa menjadi orang yang seperti beliau awali dengan action, karena tanpa action anda tetap menjadi seorang pemimpi. Anda pastikan lagi ini bukan dunia khayalan bung! Ini dunia nyata, duania yang penuh dengan perbuatan.

Kunci yang paling terpenting sekarang adalah apakah anda berani untuk berbuat sekarang, detik ini, tanpa harus berlama-lama bermimpi lagi. Hayo saatnya bagi kita untuk beraksi, memulai tanpa pernah mengakhirinya di awal, tapi terus melaju menuju kesuksesan. Dekatilah tantangan dan mulailah menghancurkan tantangan itu. Kuatkanlah keyakinan anda kalau suatu saat apa yang anda perbuat hari ini akan menghasilkan pada waktu mendatang. Ingatlah kita semua dilahirkan untuk menjadi pemenang, bukan pecundang murahan.

ACTION, ACTION dan ACTION.

Penulis: Ferdinaen Saragih

Related Posts: